music

Thursday, July 4, 2013

KISAH NABI SALEH A.S. (صالح)

Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama " Alhijir " terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.

Kemakmuran dan kemewahan hidup serta kekayaan alam yang dahulu dimiliki dan dinikmati oleh kaum Aad telah diwarisi oleh kaum Tsamud.Tanah-tanah yang subur yang memberikan hasil berlimpah ruah, binatang-binatang perahan dan lemak yang berkembang biak, kebun-kebun bunga yag indah-indah, bangunan rumah-rumah yang didirikan di atas tanah yang datar dan dipahatnya dari gunung.Semuanya itu menjadikan mereka hidup tenteram ,sejahtera dan bahgia, merasa aman dari segala gangguan alamiah dan bahawa kemewahan hidup mereka akan kekal bagi mereka dan anak keturunan mereka.

Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, kepadanya mrk berqurban, tempat mrk minta perlindungan dari segala bala dan musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.Mrk tidak dpt melihat atau memikirkan lebih jauh dan apa yang dpt mrk jangkau dengan pancaindera.


Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan hamba-hamba_Nya berada dalam kegelapan terus-menerus tanpa diutusnya nabi pesuruh disisi-Nya untuk memberi penerangan dan memimpin mrk keluar dari jalan yang sesat ke jalan yang benar. Demikian pula Allah tidak akan menurunkan azab dan seksaan kepada suatu umat sebelum mrk diperingatkan dan diberi petunjukkan oleh-Nya dengan perantara seorang yang dipilih untuk menjadi utusan dan rasul-Nya. Sunnatullah ini berlaku pula kepada kaum Tsamud, yang kepada mrk telah diutuskan Nabi Saleh seorang yang telah dipilih-Nya dari suku mrk sendiri, dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.

Dikenalkan mrk oleh Nabi Saleh kepada Tuhan yang sepatut mrk sembah, Tuhan Allah Yang Maha Esa, yang telah mencipta mrk, menciptakan alam sekitar mrk, menciptakan tanah-tanah yang subur yang menghasilkan bhn-bhn keperluan hidup mrk, mencipta binatang-binatang yang memberi manfaat dan berguna bagi mrk dan dengan demikian memberi kepada mrk kenikmatan dan kemewahan hidup dan kebahagiaan lahir dan batin.Tuhan Yang Esa itulah yang harus mrk sembah dan bukan patung-patung yang mrk pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak berkuasa memberi sesuatu kepada mrk atau melindungi mrk dari ketakutan dan bahaya.

Nabi Saleh memperingatkan mrk bahwa ia adlah seorang drp mrk, terjalin antara dirinya dan mereka ikatan keluarga dan darah. Mrk adalah kaumnya dan sanak keluarganya dan dia adalah seketurunan dan sesuku dengan mrk.Ia mengharapkan kebaikan dan kebajikan bagi mrk dan sesekali tidak akan menjerumuskan mrk ke dalam hal-hal yang akan membawa kerugian, kesengsaraan dan kebinasaan bagi mrk. Ia menerangkan kepada mrk bahwa ianya adalah pesuruh dan utusan Allah, dan apa yang diajarkan dan didakwahkan kepada mrk adalah amanat Allah yang harus dia sampaikan kepada mrk untuk kebaikan mrk semasa hidup mrk dan sesudah mrk mati di akhirat kelak. Ia mengharapkan kaumnya mempertimbangkan dan memikirkan sungguh-sungguh apa yang ia serukan dan anjurkan dan agar mrk segera meninggalkan persembahan kepada berhala-berhala itu dan percaya beriman kepada Allah Yang Maha Esa seraya bertaubat dan mohon ampun kepada-Nya atas dosa dan perbuatan syirik yang selama ini telah mrk lakukan.Allah maha dekat kepada mrk mendengarkan doa mrk dan memberi ampun kepada yang salah bila dimintanya.

Terperanjatlah kaum Saleh mendengar seruan dan dakwahnya yang bagi mrk merupakan hal yang baru yang tidak diduga akan datang dari saudara atau anak mrk sendiri.Maka serentak ditolaklah ajakan Nabi Saleh itu seraya berkata mereka kepadanya:"Wahai Saleh! Kami mengenalmu seorang yang pandai, tangkas dan cerdas, fikiranmu tajam dan pendapat serta semua pertimbangan mu selalu tepat. Pada dirimu kami melihat tanda-tanda kebajikan dan sifat-sifat yang terpuji. Kami mengharapkan dari engkau sebetulnya untuk memimpinkami menyelesaikan hal-hal yang rumit yang kami hadapi, memberi petunjuk dalam soal-soal yang gelap bagi kami dan menjadi ikutan dan kepercayaan kami di kala kami menghadapi krisis dan kesusahan.Akan tetapi segala harapan itu menjadi meleset dan kepercayaan kami kepadamu tergelincir hari ini dengan tingkah lakumu dan tindak tandukmu yang menyalahi adat-istiadat dan tatacara hidup kami. Apakah yang engkau serukan kepada kami? Enkau menghendaki agar kami meninggalkan persembahan kami dan nenek moyang kami, persembahan dan agama yang telah menjadi darah daging kami menjadi sebahagian hidup kami sejak kami dilahirkan dan tetap menjadi pegangan untuk selama-lamanya.Kami sesekali tidak akan meninggalkannya karena seruanmu dan kami tidak akan mengikutimu yang sesat itu. Kami tidak mempercayai cakap-cakap kosongmu bahkan meragukan kenabianmu. Kami tidak akan mendurhakai nenek moyang kami dengan meninggalkan persembahan mrk dan mengikuti jejakmu."

Nabi Saleh memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti ajakannya beriman kepada Allah yang telah mengurniai mrk rezeki yang luas dan penghidupan yang sejahtera. Diceritakan kepada mrk kisah kaum-kaum yang mendapat seksa dan azab dari Allah karena menentang rasul-Nya dan mendustakan risalah-Nya. Hal yang serupa itu dpt terjadi di atas mrk jika mrk tidak mahu menerima dakwahnya dan mendengar nasihatnya, yang diberikannya secara ikhlas dan jujur sebagai seorang anggota dari keluarga besar mrk dan yang tidak mengharapkan atau menuntut upah drp mrk atas usahanya itu. Ia hanya menyampaikan amanat Allah yang ditugaskan kepadanya dan Allahlah yang akan memberinya upah dan ganjaran untuk usahanya memberi pimpinan dan tuntutan kepada mrk.

Sekelompok kecil dari kaum Tsamud yang kebanyakkannya terdiri dari orang-orang yang kedudukan sosial lemah menerima dakwah Nabi Saleh dan beriman kepadanya sedangkan sebahagian yang terbesar terutamanya mrk yang tergolong orang-orang kaya dan berkedudukan tetap berkeras kepala dan menyombongkan diri menolak ajakan Nabi Saleh dan mengingkari kenabiannya dan berkata kepadanya:" Wahai Saleh! Kami kira bahwa engkau telah kerasukan syaitan dan terkena sihir.Engkau telah menjadi sinting dan menderita sakit gila. Akalmu sudah berubah dan fikiranmu sudah kacau sehingga engkau dengan tidak sedar telah mengeluarkan kata-kata ucapan yang tidak masuk akal dan mungkin engkau sendiri tidak memahaminya. Engkau mengaku bahwa engkau telah diutuskan oleh Tuhanmu sebagai nabi dan rasul-Nya. Apakah kelebihanmu drp kami semua sehingga engkau dipilih menjadi rasul, padahal ada orang-orang di antara kami yang lebih patut dan lebih cekap untuk menjadi nabi atau rasul drp engkau. Tujuanmu dengan bercakap kosong dan kata-katamu hanyalah untuk mengejar kedudukan dan ingin diangkat menjadi kepala dan pemimpin bagi kaummu.Jika engkau merasa bahwa engkau sihat badan dan sihat fikiran dan mengaku bahwa engkau tidak mempunyai arah dan tujuan yang terselubung dalam dakwahmu itu maka hentikanlah usahamu menyiarkan agama barumu dengan mencerca persembahan kami dan nenek moyangmu sendiri.Kami tidak akan mengikuti jalanmu dan meninggalkan jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang tua kami lebih dahulu.

Nabi Saleh menjawab: " Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mengharapkan sesuatu apapun drpmu sebagai imbalan atas usahaku memberi tuntunandan penerangan kepada kamu. Aku tidak mengharapkan upah atau mendambakan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang aku lakukan semata-mata atas perintah Allah dan drp-Nya kelak aku harapkan balasan dan ganjaran untuk itu. Dan bagaimana aku dapat mengikutimu dan menterlantarkan tugas dan amanat Tuhan kepadaku, padahal aku talah memperoleh bukti-bukti yang nyata atas kebenaran dakwahku.Jgnlah sesekali kamu harapkan bahawa aku akan melanggar perintah Tuhanku dan melalaikan kewajibanku kepada-Nya hanya semata-mata untuk melanjutkan persembahan nenek moyang kami yang bathil itu. Siapakah yang akan melindungiku dari murka dan azab Tuhan jika aku berbuat demikian? Sesungguhnya kamu hanya akan merugikan dan membinasakan aku dengan seruanmu itu."

Setelah gagal dan berhasil menghentikan usaha dakwah Nabi Saleh dan dilihatnya ia bahkan makin giat menarik orang-orang mengikutinya dan berpihak kepadanya para pemimpin dan pemuka kaum Tsamud berusaha hendak membendung arus dakwahnya yang makin lama makin mendpt perhatian terutama dari kalangan bawahan menengah dalam masyarakat. Mrk menentang Nabi Saleh dan untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Allah Memberi Mukjizat Kepada Nabi Saleh A.S.

Nabi Saleh sedar bahawa tentangan kaumnya yang menuntut bukti drpnya berupa mukjizat itu adalah bertujuan hendak menghilangkan pengaruhnya dan mengikis habis kewibawaannya di mata kaumnya terutama para pengikutnya bila ia gagal memenuhi tentangan dan tuntutan mrk. Nabi Saleh membalas tentangan mrk dengan menuntut janji dengan mrk bila ia berhasil mendatangkan mukjizat yang mrk minta bahwa mrk akan meninggalkan agama dan persembahan mrk dan akan mengikuti Nabi Saleh dan beriman kepadanya.

Sesuai dengan permintaan dan petunjuk pemuka-pemuka kaum Tsamud berdoalah Nabi Saleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran risalahnya dan sekaligus mematahkan perlawanan dan tentangan kaumnya yang masih berkeras kepala itu. Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari perut sebuah batu karang besar yang terdpt di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk.
Maka sejurus kemudian dengan izin Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluar dari perutnya seekor unta betina.

Dengan menunjuk kepada binatang yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mrk:" Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah ia mempunyai giliran untuk mendptkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendptkan minum bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai mengganggu binatang ini."
Kemudian berkeliaranlah unta di ladang-ladang memakan rumput sesuka hatinya tanpa mendpt gangguan. Dan ketika giliran minumnya tiba pergilah unta itu ke sebuah perigi yyang diberi nama perigi unta dan minumlah sepuas hatinya. Dan pada hari-hari giliran unta Nabi Saleh itu datang minum tiada seekor binatang lain berani menghampirinya, hal mana menimbulkan rasa tidak senang pada pemilik-pemilik binatang itu yang makin hari makin merasakan bahwa adanya unta Nabi Saleh di tengah-tengah mereka itu merupakan gangguan laksana duri yang melintang di dalam kerongkong.

Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendtgkan mukjizat yang mrk tuntut gagallah para pemuka kaum Tsamud dalam usahanya untuk menjatuhkan kehormatan dan menghilangkan pegaruh Nabi Saleh bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya dan menghilang banyak keraguan dari kaumnya. Maka dihasutlah oleh mrk pemilik-pemilik ternakan yang merasa jengkel dan tidak senang dengan adanya unta Nabi Saleh yang merajalela di ladang dan kebun-kebun mrk serta ditakuti oleh binatang-binatang peliharaannya.


Unta Nabi Saleh Dibunuh

Persekongkolan diadakan oleh orang-orang dari kaum Tsamud untuk mengatur rancangan pembunuhan unta Nabi Saleh. Dan selagi orang masih dibayangi oleh rasa takut dari azab yang diancam oleh Nabi Saleh bila untanya diganggu di samping adanya dorongan keinginan yang kuat untuk melenyapkan binatang itu dari atas bumi mrk, muncullah tiba-tiba seorang janda bangsawan yang kaya raya menawarkan akan menyerah dirinya kepada siapa yang dpt membunuh unta Saleh. Di samping janda itu ada seorang wanita lain yang mempunyai beberapa puteri cantik-cantik menawarkan akan menghadiahkan salah seorang dari puteri-puterinya kepada orang yang berhasil membunuh unta itu.

Dua macam hadiah yyang menggiurkan dari kedua wanita itu di samping hasutan para pemuka Tsamud mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda' bin Muharrij dan Gudar bin Salif berkemas-kemas akan melakukan pembunuhan bagi meraih hadiah yang dijanjikan di samping sanjungan dan pujian yang akan diterimanya dari para kafir suku Tsamud bila unta Nabi Saleh telah mati dibunuh.
Dengan bantuan tujuh orang lelaki lagi bersembunyilah kumpulan itu di suatu tempat di mana biasanya di lalui oleh unta dalam perjalanannya ke perigi tempat ianya minum. Dan begitu unta-unta yang tidak berdosa itu lalu segeralah dipanah betisnya oleh Musadda' yang disusul oleh Gudar dengan menikamkan pedangnya di perutnya.

Dengan perasaan megah dan bangga pergilah para pembunuh unta itu ke ibu kota menyampaikan berita matinya unta Nabi Saleh yang mendpt sambutan sorak-sorai dan teriakan gembira dari pihak musyrikin seakan-akan mrk kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan yang gilang gemilang.
Berkata mrk kepada Nabi Saleh:" Wahai Saleh! Untamu telah amti dibunuh, cubalah datangkan akan apa yang engkau katakan dulu akan ancamannya bila unta itu diganggu, jika engkau betul-betul termasuk orang-orang yang terlalu benar dalam kata-katanya."

Nabi Saleh menjawab:" Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Maka dengan terbunuhnya unta itu maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yang Allah talah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu.Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tentanganmu kepada-Nya.Janji Allah tidak akan meleset .Kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah ganjaranmu yang setimpal pada hari keempat. Demikianlah kehendak Allah dan taqdir-Nya yang tidak dpt ditunda atau dihalang."

Ada kemungkinan menurut sementara ahli tafsir bahwa Allah melalui rasul-Nya Nabi Saleh memberi waktu tiga hari itu untuk memberi kesempatan, kalau-kalau mrk sedar akan dosanya dan bertaubat minta ampun serta beriman kepada Nabi Saleh kepada risalahnya.
Akan tetapi dalam kenyataannya tempoh tiga hari itu bahkan menjadi bahan ejekan kepada Nabi Saleh yang ditentangnya untuk mempercepat datangnya azab itu dan tidak usah ditangguhkan tiga hari lagi.


Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan

Nabi Saleh memberitahu kaumnya bahwa azab Allah yang akan menimpa di atas mrk akan didahului dengan tanda-tanda, iaitu pada hari pertama bila mrk terbangun dari tidurnya akan menemui wajah mrk menjadi kuning dan berubah menjadi merah pada hari kedua dan hitam pada hari ketiga dan pada hari keempat turunlah azab Allah yang pedih.
Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaumnya kelompok sembilan orang ialah kelompok pembunuh unta merancang pembunuhan atas diri Nabu Saleh mendahului tibanya azab yang diancamkan itu.Mrk mengadakan pertemuan rahsia dan bersumpah bersama akan melaksanakan rancangan pembunuhan itu di waktu malam, di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Saleh, jika diketahui identiti mrk sebagai pembunuhnya. Rancangan mrk ini dirahsiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mrk datang ke tempat Nabi Saleh bagi melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap berjatuhanlah di atas kepala mereka batu-batu besar yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan yang seketika merebahkan mrk di atas tanah dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Demikianlah Allah telah melindingi rasul-Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir.
Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Saleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestin, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.


Kisah Nabi Saleh Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Saleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah di antaranya surah Al-A'raaf, ayat 73 hingga 79, surah " Hud " ayat 61 sehingga ayat 68 dan surah " Al-Qamar " ayat 23 sehingga ayat 32.


Pelajaran Dari Kisah Nabi Saleh A.S.

Pengajaran yang menonjol yang dpt dipetik dari kisah Nabi Saleh ini ialah bahwa dosa dan perbuatan mungkar yang dilakukan oleh sekelompok kecil warga masyarakat dpt berakibat negatif yang membinasakan masyarakat itu seluruhnya.
Lihatlah betapa kaum Tsamud menjadi binasa, hancur dan bahkan tersapu bersih dari atas bumi karena dosa dan pelanggaran perintah Allah yang dilakukan oleh beberapa gelintir orang pembunuh unta Nabi Saleh A.S.
Di sinilah letaknya hikmah perintah Allah agar kita melakukan amar makruf nahi mungkar. Karena dengan melakukan tugas amar makruf nahi mungkar yang menjadi fardu kifayah itu, setidak-tidaknya kalau tidak berhasil mencegah kemungkaran yang terjadi di dalam masyarakat dan lindungan kita ,kita telah membebaskan diri dari dosa menyetujui atau merestui perbuatan mungkar itu

Bersikap pasif acuh tak acuh terhadap maksiat dan kemungkaran yang berlaku di depan mata dapat diertikan sebagaipersetujuan dan penyekutuan terhadap perbuatan mungkar itu! – Wallahu A’lam –

Thursday, June 27, 2013

Mata Kasar.. Mata Nafsu.. Mata Iman..

Bayangkan tatkala kita sedang merenung wajah seorang tua yang sudah berkedut, kudrat yang sudah uzur memberikan perspektif yang berbeza pada mata yang melihat. Ianya boleh dilihat dengan mata kasar, mata nafsu atau mata iman.


MATA KASAR

Apabila kita sekadar melihat dengan mata kasar, tidak akan memberi makna apa-apa sekadar melihat sambil berlalu.


MATA NAFSU

Apabila kita sekadar melihat dengan mata nafsu, kita akan terfikir untuk tidak mahu menjadi tua seperti itu. Tidak mahu berkedut, tidak mahu sakit dan jikalau boleh mahu kekal muda buat selama-lamanya. Lalu pelbagai cara digunakan untuk menegangkan kulit muka seperti botox, cucuk vitamin c , pembedahan plastik dan sebagainya.

Pelbagai ubat-ubatan digunakan kononnya untuk mengekalkan keremajaan kulit. Segala produk kecantikan dan ubat-ubatan untuk melambatkan penuaan akan dicuba dan dimakan. Bagi mereka yang pernah melihat cerita-cerita kuno dinasti cina, pasti teringat tentang kisah dimana seorang raja yang mempunyai ubat yang boleh menjadikannya hidup selama-lamanya dan menjadi rebutan semua orang.


MATA IMAN

Apabila kita melihat mereka dengan mata iman, kita akan melihat wajah-wajah tua dan kusam, penuh dengan kedut di muka dengan kudrat yang sudah uzur akan memberikan keinsafan di hati insan yang melihat dengan mata iman.

Melihat wajah-wajah tua akan menyebabkan kita menangis. Menangis bukan kerana takutnya menjadi tua. Menangis kerana sedar dan insaf bahawa apa yang ada di dunia ini semuanya tiada yang kekal abadi. Semuanya adalah sementara. Kecantikan akan hilang, kekuatan akan hilang, kekayaan akan ditinggalkan, kuasa dan pangkat akan ditinggalkan, muda akan tua. Lalu apakah yang lebih utama di dalam kehidupan sementara di muka bumi ini?

Mata iman akan menjawab ialah mencari keredhaan Allah dan menjadi hamba Allah yang bertaqwa. Kerana apa? Kerana apa yang dijanjikan Allah iaitu hari akhirat yang kekal abadi adalah pasti. Syurga dan neraka adalah pasti. Jika tiada cukup bekalan yang baik yang dibawa dari hidup yang sementara ini, balasan neraka adalah pasti dan kekal abadi... nauzubillah... apakah gunanya melebih-lebihkan kehidupan dunia yang sementara daripada kehidupan akhirat yang abadi?

Bukanlah bermakna melebihkan akhirat dengan meninggalkan seluruh urusan di dunia dan hanya duduk di tikar sejadah semata-mata. Lalu, bagaimanakah cara kita boleh mencapai kejayaan di alam yang kekal abadi itu?


Apa yang patut kita buat semasa kehidupan yang sementara di dunia ini?

Jawapannya semua ada di dalam al-Quran, iaitu:

Jika dia seorang anak, dia akan menjadi anak yang terbaik, yang sentiasa membahagiakan hati kedua ibu bapanya. Tidak lupa sentiasa berdoa untuk ibubapa samada ibubapa masih hidup ataupun sudah meninggal dunia.

Jika dia seorang ibu/ayah, dia akan cuba menjadi ibu yang terbaik untuk anak-anaknya dengan mendidik mereka tentang ilmu, mendidik anak menjadi anak soleh dan solehah. Melaksanakan tanggungjawab sebagai ibubapa tanpa rasa keluh kesah. Memasak, menjaga rumahtangga dengan hati yang ikhlas dan tenang.

Jika dia seorang suami, dia tidak akan berlaku zalim kepada isterinya dan mendidik isterinya dengan baik dan penuh kasih sayang. Melaksanakan tanggungjawab sebagai seorang suami dengan cara yang terbaik.

Jika dia seorang isteri, dia akan menjadi seorang isteri yang terbaik untuk suami yang tercinta, taat dan menghormati suami. Melaksanakan tanggungjawab sebagai seorang isteri dengan cara yang terbaik.

Jika dia seorang pekerja, dia akan berusaha untuk melakukan yang terbaik di dalam usaha kerjanya tanpa seberang kebencian dan rasa tidak puas hati kepada orang atasan.

Jika dia seorang kawan, dia akan selalu bercakap bersopan dengan kawan-kawannya tanpa cuba menyakiti hati kawan, tidak akan menabur fitnah dan mengumpat kawannya tanpa jemu. Dia akan menegur rakannya jika rakannya menyimpang dari jalan yang benar. Hasratnya adalah supaya dia dan rakannya akan bersama-sama terselamat daripada seksaan neraka di alam yang kekal abadi.

Dan yang paling UTAMA, dia akan menjadi seorang hamba yang sentiasa bersyukur, mengharapkan rahmat dan kasih sayang daripada Allah Yang Maha Esa dengan melakukan ibadah yang diperintahkan oleh Allah dengan rasa khusyuk, ikhlas kerana apa yang paling penting dalam hidup insan ini adalah mendapat kasih sayang, rahmat dan redha daripada Allah. 

Sesungguhnya tanpa rahmat dan kasih sayang daripada Tuhan Yang Maha Esa sesungguhnya jadilah kita tergolong dalam hamba-hamba yang rugi. Setiap perlakuannya sentiasa merasa diperhatikan oleh Allah dan dengan itu merasa takut untuk melakukan dosa. Mementingkan Allah daripada segala-galanya. Tidak culas untuk bersolat di awal waktu, bersolat sunat, berqiamulail dan sebagainya.

Namun, memang sifatnya manusia kekadang terlupa dan terdengar pujukan dan rayuan nafsu dan syaitan. Jika sudah tersedar dari kesilapan, maka beristighfarlah kepada yang Maha Esa untuk mengampuni dosa-dosa kita. InsyaAllah, jika kita memohon ampun dengan hati yang tulus ikhlas, Allah yang pengasih dan penyayang akan mengampuni dosa-dosa kita.

Rasullah s.a.w. yang maksum pun beristighfar paling kurang 100 kali sehari; jadi kita sepatutnya lebih kerap lagi beristighfar.
Jika kita lalai dari beristighafar dan memohon ampun daripada Yang Maha Esa, hati kita yang berbuat dosa akan dipenuhi dengan titik-titik hitam.
Jika titik hitam sudah memenuhi hati kita, hati kita menjadi buta.

Hati yang buta teramat bahaya kerana sinar kebaikan dan sinar hidayah akan susah menembusi hati tersebut.
Akibatnya, jika orang mengajak kita membuat kebaikan, memberi nasihat, hati kita akan mencemuh dan membenci perkara kebaikan lagi.

Dunia ini sementara adalah pasti.
Hidup kita di dunia sudah pasti akan mati.
Akhirat itu pasti.
Syurga dan neraka itu pasti.
Lalu adakah kita mengambil langkah yang sepatutnya untuk perkara yang pasti itu?
Renung-renungkan.

Rahsia Doa Mustajab

Berdoa merupakan suatu usaha kita untuk meminta bantuan Allah SWT.  
Segala permintaan mestilah dipanjatkan kepada-Nya dalam keadaan penuh kesyukuran dan kerendahan diri, seperti firman Allah SWT dalam surah al-'araaf ayat ke-55 : "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan (suara) yang perlahan..."

Berikut amalan, cara-cara dan waktu-waktu yang mana insyaAllah, merupakan jalan yang baik untuk kita memohon pertolongan Allah SWT Segala apa yang ada di sini adalah hasil dari pembacaan dan juga pengajian penulis di dalam bidang hadis, dan diambil dari hadis-hadis yang sahih.


Waktu-waktu Mustajab Doa

01. Satu pertiga malam
Iaitu di antara jam 3.30 pagi atau jam 4 pagi sehingga ke sebelum Subuh. Ini kerana, di dalam hadis Imam Muslim, Nabi s.a.w. bersabda, maksudnya:
Allah SWT turun dari Arasy-Nya ke langit yang pertama, (iaitu langit dunia) di sepertiga malam, seraya bersabda kepada para malaikat yang menjaga langit pertama, "Adakah di antara hamba-Ku yang berdoa? Aku akan perkenankan. Adakah di antara hamba-Ku yang memohon keampunan? Nescaya akan aku ampunkan dosanya". 
Maka sepertiga malam, atau solat tahajud merupakan waktu yang sangat afdhal untuk kita berdoa kepada Allah SWT.

02. Sewaktu hujan turun
Ketika ini, pintu rezeki dari langit sedang terbuka luas.

03. Waktu di antara dua khutbah khatib pada solat Jumaat
Sepertimana yang telah kita sedia amalkan di mana antara dua khutbah, imam akan membacakan doa dan selawat. Namun adalah lebih afdhal andai di sini kita berdoa secara individu, sebagaimana yang penulis lihat telah mula diamalkan di sesetengah masjid di kawasan Selangor. Ini kerana setiap jemaah yang datang mempunyai hajat, keperluan dan doa yang berlainan di antara satu sama lain.

04. Sewaktu membacakan syahadah akhir setiap kali waktu solat
            Oleh itu nabi Muhammad s.a.w. telah mengajarkan kita doa yang khusus untuk dibacakan di sini, yang akan penulis garapkan di bawah.

05. Tempoh masa dari azan hingga iqamat, dan juga sewaktu bilal telah iqamat untuk solat, dan sewaktu masuk ke dalam saf.

06. Setiap sujud di dalam setiap waktu solat
            Nabi Muhammad s.a.w. menyuruh kita memanjangkan sujud kita andai kita mempunyai sebarang doa, dan baginda tidak pernah mengkhususkan sujud mana yang perlu dipanjangkan sama ada sujud di rakaat pertama, kedua, ketiga, atau keempat. Maka, kita boleh memanjangkan mana-mana sujud untuk meluangkan masa berdoa kepada Allah SWT.
            Adapun jikalau doa yang ingin dibacakan semasa sujud ini adalah di dalam bahasa selain bahasa Arab, maka hendaklah dibacakan di dalam hati, kerana selain bahasa Arab akan membatalkan solat. Itu merupakan kata-kata para ulama' fekah termasuk As-Syafi'e rahimahullah.

07. Waktu dhuha
Waktu Dhuha ialah waktu setelah berakhirnya masa tahrim (waktu yang diharamkan solat, dari selepas solat subuh sehingga waktu:
            1) Menurut Nabi Muhammad s.a.w., bangunnya anak unta dari tidurnya atau
2) Kata orang-orang tua kita, tinggi matahari sudah mencapai dua galah iaitu lebih kurang sejam sebelum masuknya solat Zohor.
Malahan di antara fadhilat solat Dhuha ialah memurahkan rezeki. InsyaAllah...



Amalan-amalan Yang Memustajabkan Doa

01. Memperbanyakkan amalan-amalan yang sunat setelah kita sudah mencukupkan amalan-amalan yang wajib.
02. Memanjangkan sujud di dalam solat, dan berdoa di dalamnya sebagaimana yang penulis jelaskan di atas.
03. ‘Menebus’ kembali amal baik yang telah kita lakukan.

Seperti yang kita dapati di dalam surah Ali-Imran, yang merupakan bacaan yang baik untuk solat Tahajjud, iaitu,
"Wahai Tuhan kami! Sebenarnya sesiapa yang Engkau masukkan ke dalam Neraka maka sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan orang-orang yang zalim tidak akan beroleh seorang penolong pun; Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya kami telah mendengar seorang Penyeru (Rasul) yang menyeru kepada Iman, katanya: ` Berimanlah kamu kepada Tuhan kamu ', maka kami pun beriman. Wahai Tuhan kami, ampunkanlah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah daripada kami kesalahan-kesalahan kami, dan matikanlah kami bersama orang-orang yang berbakti; Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami pahala yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat; sesungguhnya Engkau tidak memungkiri janji." [Ali-Imran 3:192-194]

Kita lihat di sini sebagai dalil, bahawa boleh bagi kita setelah beramal baik, untuk kita menebus kembali (claim) daripada Allah S.W.T agar memustajabkan doa kita. Hal ini juga telah penulis bawakan di dalam kisah tiga orang sahabat yang terperangkap di dalam gua.

04. Menghulurkan pertolongan.
            Menolong orang lain, terutamanya mereka yang dekat dengan kita seperti kaum keluarga dan sahabat handai. Ini kerana sabda nabi S.A.W, "Andai kamu menolong saudara kamu, Allah akan permudahkan bagi kamu urusan kamu".

05. Sabar.
Sabar dalam menghadapi ujian Allah S.W.T. Doa orang yang bersabar sangat didengari Allah S.W.T.



Doa-doa Yang Mustajab

01. Ingin penulis kongsikan di sini beberapa doa yang sangat mustajab untuk dibacakan ketika memohon pertolongan Allah S.W.T. Salah satu daripadanya:

"Allahumma inni as aluka anniy asyhaduka annaka antaAllah, laa ilaa ha illa anta, al-waahidus somadul lazi lam yalid walam yuulad, walam yakun lahu kufuan ahad", yang bererti:
"Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dengan bahawasanya aku menyaksikan bahawa Engkaulah Allah, tiada Tuhan yang selayaknya disembah melainkan Engkau, Engkau Maha Esa, tempat meminta, Engkau tidak beranak dan Engkau tidak dilahirkan, dan tiada bagi-Mu tandingan dari sesuatu apapun."

Doa ini merupakan doa seorang sahabat yang didengari Rasulullah s.a.w. lalu baginda bersabda, "Engkau telah berdoa kepada Allah SWT dengan tauhid-Nya, yang mana jika engkau berdoa dengannya nescaya pasti akan Dia kabulkan." (Hadis Hasan riwayat Imam Ahmad)


02. Doa Nabi Musa A.S sebagaimana yang direkodkan di dalam al-Quran :

"Rabbi syrah li sodri, wa yassirli amri, wahlul 'uq datan min lisaniy, yafqahu qauliy", bermakna:
"Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, permudahkanlah urusanku, dan bukalah simpulan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku."


03. Membaca nama-nama Allah S.W.T, yang berkaitan dengan doa kita.

Sebagai contoh, ar-Raazik (Maha Pemberi Rezeki) jika memohon rezeki, al-Ghafuur (Maha Pengampun) jika memohon taubat, ar-Rahiim (Yang Maha Pengasih) jika memohon belas kasihan, al-Jabbar (Yang Maha Kuat) jika memohon pembelaan dan juga lain-lain.

Bahkan afdhal juga jika dibacakan kesemua 99 nama Allah, dan berdoa setelah membacanya. Ini kerana sabda nabi S.A.W, "Nama-nama Allah seratus kurang satu, sesiapa yang menghitungnya (menghayati dan mengamalkan) akan masuk Syurga". Maka dengan itu nama-nama Allah sangat mustajab jika didahulukan sebelum berdoa.


04.Doa tahiyat akhir, iaitu "Allahumma 'auzubika min 'azaabi jahannam, wa 'auzubika min 'azaabil qabri, wa 'auzubika min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid dajjal", maksudnya:

"Ya Allah ya tuhanku, aku berlindung dengan-Mu dari seksa Jahanam, dan aku berlindung denganMu dari seksa kubur, dan aku berlindung dengan-Mu dari fitnah orang yang hidup atau mati, dan aku berlindung denganMu dari fitnah al-Masih Dajjal"


Sungguh jika kita lihat secara teliti, dan kita pelajari dengan minda dan hati yang terbuka, kita akan dapati terlalu banyak doa dan amalan yang membawa kepada mustajabnya doa kita. Andai kita cuba beramal dengan semuanya, nescaya kita tidak akan mampu untuk beristiqamah dengannya. Kerana itu kita katakan bahawa ibadah baginda s.a.w. adalah ibadah yang paling sempurna.

Penulis mengharapkan agar kita semua dapat berbalik kepada keindahan sunnah nabi s.a.w., dan kembali mengikuti cara dan saranan baginda di dalam beribadah, agar doa kita tergolong di dalam doa-doa yang mustajab.

Siapa Kita Tanpa ALLAH..


Sebenarnya apa yang kita cari dalam hidup ini?

Ada yang menjawab harta, wang ringgit, kebahagiaan, keluarga yang bahagia, kawan yang ramai dan sebagainya.

Namun, walaupun semuanya ada digenggaman, ada kalanya kita merasa resah.

Walau acap kali kita merasa terlalu bahagia seperti dunia ini kita yang punya, rasa gelisah tetap juga mengusik jiwa... tidak tahu apa puncanya...

Kenapa ada waktu kita resah dan ada waktu pula kita merasa bahagia?

Cuba sahabat-sahabat meletakkan tangan ke dada dan rasa degupan jantung serta sebutlah Astaghfirullahal 'Adzim dengan rendah hati.... apa yang sahabat rasa?
Seakan wujud satu rasa keinsafan dan kesedihan bukan?
Sedih itu bukan bererti kita sedih meratapi tetapi sebenarnya ketenangan yang abadi hinggap di hati apabila kita mengingati Allah.

Cuba sahabat-sahabat tunduk, merasakan diri ini lemah di hadapan Allah.
Mata yang melihat ini anugerah Allah, tangan yang bergerak ini kepunyaan Allah, kaki yang berjalan ini milik Allah... apa yang sahabat rasa?
Pastinya timbul rasa kerendahan hati di hadapan Allah bukan? 
Dan tidak semena-mena perasaan resah gelisah yang tidak tahu puncanya itu hilang sedikit demi sedikit...

Pada waktu kita merasakan terlalu sedih, hina dan tidak berdaya, kita cuba menyebut Astaghfirullahal 'Adzim...

Mengenang kembali dosa-dosa yang terdahulu seterusnya memohon ampun kepada Allah dengan bersungguh-sungguh. Adakalanya kita merasakan diri kita bebas dari dosa, seolah-olah sepanjang hidup kita tidak pernah melakukan dosa.

Apakah maksud perasaan itu?

Ia bermaksud kita sombong di hadapan Allah. Kita merasakan diri kita sudah terlepas dari azab seksa atas usaha kita sendiri; bukan atas belas ehsan dari Allah SWT.

Ingatkah sahabat pada kisah seorang ahli ibadah ketika dia ingin dimasukkan ke dalam syurga?

Dia bertanya kepada Allah : "Mengapakah aku dimasukkan ke syurga?"

Lantas Allah menjawab, "Kerana rahmat-Ku engkau masuk ke syurga"

Lelaki itu membalas,  "Tidak, aku mahu masuk ke syurga kerana ibadahku yang banyak." 

Lalu Allah lemparkannya ke neraka kerana kesombongannya di hadapan Allah.

Kadangkala kita berasa diri kita kosong, tanpa ada sebab yang kukuh.
Sehingga kita tertanya-tanya apa sebenarnya yang kita telah lakukan sebentar tadi sehingga kita terasa sebegitu kosong.
Ini kerana kita belum temui lagi kebahagiaan dan ketenangan yang sebenar.
Kita lupa apa tujuan kita hidup iaitu untuk beribadah kepada Allah.

Apa sahaja yang kita rasa samada bahagia atau sengsara, kuncinya adalah dengan kembali kepada Allah.
Akhirnya kita akan temui apa yang kita cari selama ini apabila hati kita diikat pada tali Allah.
Kita memerlukan Allah dalam hidup kita sedangkan Allah tidak memerlukan sesiapa...

Siapa kita tanpa Tuhan yang mencipta... di mana kita layaknya jika Allah tiada di hati?
Cuba renung-renungkan…!!

Monday, June 10, 2013

KISAH DUIT SYILING DAN BATU | KISAH PENGAJARAN Yang WAJIB BACA

biaqpila.blogspot.
queachmad.com
by Que Achmad 
Perkongsian tengahari oleh Abe. Kisahnya macam ni:
TINGG!
Wang syiling itu jatuh di hadapan seorang lelaki yg sedang asyik membancuh simen. Melihat logam kecil itu,tangan lelaki itu terhenti melakukan kerja. Tidak menunggu lama,tangannya segera mengutip syiling itu dan dimasukkan ke dalam poketnya. Dia menyambung semula kerjanya.
TINGG!
Sekali lagi lelaki itu terpandang duit syiling tidak jauh dari sisinya. Lelaki itu menoleh ke kiri, kanan dan di sekelilingnya. Tiada siapa yg berdekatan dengannya. Sekali lagi dia terus mengambil syiling itu dan menyimpan dalam koceknya.Tidak lama kemudian, lelaki itu ternampak lagi duit syiling berdekatan dengannya. Pun sama, dia mengambil dan menyimpannya. “Rezeki aku!” kata lelaki itu dalam hati.
Lelaki itu tidak sedar, logam syiling itu sebenarnya dicampakkan oleh ketuanya daripada aras lapan bangunan separuh siap yg mereka bina itu. Sebenarnya, ketuanya mahu memanggilnya. Ada pesanan yg mahu disampaikan ketuanya itu.
Puas ketuanya menjerit daripada aras lapan, cuba memanggil lelaki itu yg berada pada aras paling bawah. Namun, jeritan itu tidak mampu mengalahkan pelbagai bunyian mesin pembinaan di kawasan tersebut. Dek kerana itulah, ketuanya itu mencampakkan syilingnya dengan harapan lelaki itu akan mendongak melihatnya di atas. Mudah-mudahan, dapatlah dia menyampaikan pesananya kepada pekerjanya itu.
Sayangnya, sehingga habis wang syilingnya dibaling ke bawah, lelaki itu masih belum juga mendongak ke atas. Lantas, ketuanya itu mengumpulkan serpihan batu kecil yg terdapat di lantai. Satu persatu batu kecil itu dibaling ke bawah.
Beberapa kali batu itu mengenai badan lelaki itu. Setelah merasa sakit dan terganggu, lelaki itu mendongak ke atas,melihat dari mana datangnya batu-batu kecil yg menyerangnya tadi. Barulah dia ternampak kelibat ketuanya yg sejak tadi cuba mencuri perhatiannya bagi menyampaikan pesanan.
P/s : Sahabat sekalian, kisah ini sekadar tamsilan antara kita dengan Yang Maha Pencipta. Tanpa sedar, Allah sering menjatuhkan ‘syiling’ lambang rezeki, rahmat atau kesenangan yg tidak terkira banyak kepada kita. Tuhan menjatuhkan ‘syiling’ itu sebagai satu panggilan agar kita sentiasa mendongak ke atas untuk mengingati dan bersyukur dengan kurniaan-Nya. Tetapi, kita acap kali lalai untuk ‘mendongak’ ke atas sebaliknya terus menikmati pemberian-Nya tanpa mengucapkan terima kasih.
Seperti kisah ketua dan pekerja tadi, apabila jatuhan syiling tidak berjaya menarik perhatian, lalu Dia jatuhkan pula ‘batu’ yg berupa musibah, kegagalan, keperitan dan pengalaman yg menyakitkan. Dan hanya setelah kita merasa kesakitan itu,barulah kita teringat untuk mendongak,menadah tangan bersyukur mengingati Yang Maha Pencipta kita.